Friday, January 15, 2016

Kadang aku lupa kenapa aku disini, kenapa melakukan pekerjaan ini. Kadang aku lupa diri karena ego ku, kadang aku lupa diri karena ego orang lain. Beberapa waktu aku ingat kenapa marah menggelegar, dilain waktu aku tak sadar sumber dari lepasnya marahku.
Sekarang aku mengerti kenapa orang melakukan apa yang mereka lakukan, dulu aku bingung dan marah, sekarang aku bisa mahfum dan sadar. Aku melalui apa yang mereka lalui, beberapa dari mereka masih menjalaninya, yang lain masih belum sampai periode itu, beberap lainnya tidak bisa beranjak dari lika-liku kehidupan itu, ada yang sudah sepuh, ada yang masih muda bergelora, ada yang seumur.
Sekarang menjadi menyenangkan memperhatikan hal itu, tidak lagi menyesakkan. Aku paham Harta, Tahta, dan Wanita, tapi itu hanya sebagian dari apa yang aku dan mereka minta. Ada yang tidak ingin semuanya, hanya ingin berleha-leha tapi hidup nyaman, ada yang ingin semua berjalan sesuai maunya, tapi enggan berlepas dari kenyamanan.
Aku melihat ketidak nyamanan mereka terhadap diri mereka sendiri, dan dihempaskan ke orang lain; dihempaskan serta-merta diiringi dengan caci maki dan puji diri sendiri.

Aku tidak lebih baik dari mereka, tapi juga tidak lebih buruk, aku sama dengan mereka. Aku pun menuhankan ego-ku, menghempaskan ketidak percayaan diriku ke orang lain, lantas aku jenuh sekarang. Jenuh dengan ego-ku dan marah-ku, jenuh dengan ego mereka dan marah mereka.
Ketika aku berlibur lama dirumah, dan bermain dengan anakku, membersihkan kotorannya, dan membiarkan perut ku bergoyang kesana-kemari ketika berlari-lari dengan anaku, padahal aku benci berlari. Terbangun di pagi hari, melihat anakku mulutnya menganga dan mengeluarkan liur, dari bagaimana ia dulu mencari ibunya setiap hanya berdua denganku sampai akhirnya ia merasa nyaman dan aman hanya dengaku saja. 

Aku sadar, ego-ku sudah waktunya surut, bukan berarti ia tidak akan pasang-naik lagi, tapi setidaknya saat ini egoku sedang mawas diri menyurutkan dirinya sendiri.

Paling tidak aku saat ini tidak menepuk dada dan menunjuk hidung orang, biar-lah orang lain yang bergaya ala tarzan dan menuding diriku, saat ini aku masih kebal hal semacam itu. Aku masih butuh pengakuan bahwa aku orang baik dan hebat, sama seperti orang lain, tapi saat ini keinginan itu masih lelap terbuai mimpi bermain dengan Agha. Saat ini egoku dan aku masih bisa bercermin dan berkaca dengan jujur, sadar bahwa kami bukan macan yang sedang tidur, atau Einstein yang sedang merendahkan hati, tapi kucing manis-manja yang sedang tidur dibawah meja warteg, atau Encep yang mentok seperti itu saja tapi berharap dicintai oleh tamara blezensky.

Kalau lapar makan, kalau capai ya tidur, aku masih heran kenapa aku memusingkan diri dengan jabatan dan pujian, paling tidak itulah kondisi benak-ku saat ini, Kenapa harus aku merasa kurang dan tamak, padahal aku sudah lebih dari cukup, dan bisa makan sampai perutku menyaingi lutut-ku ketika duduk bersila.

Aku masih mencintai diriku, aku masih sayang pada jiwaku. Setidaknya aku berharap ini adalah kondisi terkalibrasi-nya otak-ku, tidak ambil pusing dan tidak peduli. Emosiku belum dewasa, aku masih iri dan dengki, karena aku masih merasa lebih baik, tapi tanyalah aku 5 tahun yang lalu maka ia akan menjawab dengan sumpah serapah kenapa manusia bisa begitu angkuh dan sombong tidak bisa sadar niat mereka sendiri, tidak seperti aku, lalu tanyalah kepada ku 3 tahun yang lalu, maka ia akan menjawab kenapa aku tidak sadar bahwa aku tidak lebih baik dari mereka, kenapa aku begitu merasa tinggi padahal aku sangat rendah dan hina, lalu tanyalah ke aku 6 bulan yang lalu, aku yakin ia akan menjawab bahwa aku tidak lebih baik dari mereka, tapi mereka tidak sadar bahwa mereka tidak tahu, bahwa aku lebih buruk dari mereka, dan mereka hanya bisa mencaci-maki tanpa sadar bahwa mereka sama hinanya. Lalu tanyakan pertanyaan yang sama ke diriku, pada saat ini, pada saat aku sedang menulis tulisan ini, maka aku akan menjawab, bahwa aku lapar, dan mengantuk, aku paham bahwa semua orang punya niat busuk dan baik yang saling ber-iringan, sama sepertiku, bahwa alasan mereka tidak lebih mulia atau jahat dari niatanku.

Kadang aku polos dan tulus seperti pantat bayi yang baru lahir, dilain waktu aku adalah popok kotornya. Tidak ada yang suka ditunjukkan kebodohannya, dan kedunguannya, sama seperti aku, mereka lebih suka bergelimangan pujian dan cinta diri sendiri sama sepertiku, tapi bedanya aku lebih baik dari mereka, karena aku adalah aku, manusia pilihan yang terpilih oleh imajinasiku untuk menjadi pempimpin dari semua pemimpin, meskipun saat ini aku diposisi paling belakang.

Teman-teman ini ada yang 5-6 tahun lebih muda, mereka bisa jadi pemimpin ku suatu saat, bukan karena mereka lebih baik, atau aku lebih buruk, tapi karena itulah hidup. Aku dan mereka tidak lebih ini atau lebih itu satu sama lain, hanya karena aku lahir lebih dulu dan mereka lahir belakangan


Aku merasa damai saat ini karena aku saat ini lepas dari ego mencintai dan membohongi diri sendiri, dan bisa mencintai Agha dengan tulus, dan membohongi orang lain dengan sadar dan ikhlas.

Sunday, October 25, 2015

catatan tumit

Ingatan yang pendek adalah ingatan yang baik, dongeng yang singkat selalu berakhir, tanpa pernah meninggalkan lanjutan yang entah kapan akan mulai lagi. Kita mungkin ingat dengan wajah-wajah yang kita temui setiap hari, wajah yang hadir sehari-sahari. Terkadang kita bisa menjelaskan dimana kerut dan keriput mereka bertemu, dimana alur dan bukit bermukim di wajah mereka, dan bagaimana ruang diantara alis mereka menjembatani jurang hidung dibawahnya. Kita mungkin tidak bisa lupa bagaimana celah lembah hadir setiap kali bibir mereka bergerak, dan bercengkrama dengan kita. Ingatan kita tentang mereka yang wajib kita temui setiap hari tidak bisa luput seberapa kerasnya kita berusaha melupakan. Kita bisa memaparkan dengan ketelitian yang tinggi tentang fisik mereka, bagaimana bau mereka di pagi hari, dan aroma mereka di sore hari. Tidak akan kita lupa sedikit cacat diwajah mereka, atau tonjolan kecantikan yang membuat mereka menarik. Kita bercengkrama dengan mereka dari pagi, siang dan sore, hampir setiap hari, kita hafal tanpa perlu diingatkan bagaimana mereka akan bereaksi terhadap suatu respon, awalnya kita sedikit kesal atau sedikit terkagum-kagum, akhirnya dan kelamaan kita menjadi terbiasa, kita menganggap tingkah-polah mereka sebagai hal yang sudah menjadi bagian dari diri kita sendiri. Lantas suatu hari kejanggalan, kita berhadapan dengan sesuatu yang bisa dibayangkan tetapi tidak diharapkan terjadi, kita bercengkrama dengan pengalaman lama tapi dengan mereka ini menjadi hal baru. Sedalam-dalamnya kita menatap wajah mereka, sepaham-pahamnya kita dengan semua aliran alis dan guratan mata mereka, sehafal-hafalnya kita dengan bentuk pinggang dan lingkar paha mereka, pada saat itu mereka bereaksi dengan polah yang baru. Ayunan jemari mereka tetap sama, hentakan gigi dan geraham mereka tidak berubah, bahkan kembang kempisnya lubang hidung mereka juga seperti pada hari-hari biasanya, meski kekerapannya lebih kencang. Sumpah serapah mereka gesit melewati ruang kosong diantara gigi mereka, bentuk tubuh mereka sekarang menjadi kaku dan tegang, mereka sekarang lebih banyak berbincang dengan menghabiskan semua udara diparu-paru mereka, tenggorokan mereka, mereka cekik dengan otot yang ada disitu menghasilkan nada-nada tinggi yang memekakan telinga. Tidak pernah kita lihat juga bibir mereka begitu jauh dari gigi mereka, ataupun kecapan lidah mereka begitu menyebalkan untuk didengar dan dilihat, keriput mereka tetap ada, tapi entah mengapa kita lihat sepetinya keriput itu sekarang sudah beranak-pinak, masih kecil dan lembut, tapi kita tahu bahwa itu adalah calon-calon keriput dewasa di masa depan. Lalu esok-esok hari, mereka kembali seperti semula, serapah dan ludah yang tercecar keluar ada yang ditarik ada yang pura-pura tidak pernah terucapkan, kita semua lantas menerima bahwa serapah yang tidak tercatat itu tidak pernah singgah sejenak di telinga dan perasaan kita, semua hanya hanyutan dari arus keasyikan dalam berniaga dengan potensi kekecewaan dan kegagalan. Semua dari kita lupa bahwa taring dan cakar kita pernah terhunus ke leher rekan kita, semua itu hanyalah ingatan sesaat yang tidak pernah terjadi, hanya windu yang bisa diabaikan. Tidak mungkin kita bisa terima bahwa cakar dan taring itu nyata itu cuman riak dalam ingatan kita. Beberapa dari kita berusaha lupa dan mereka gagal. Beberapa dari kita memiliki ingatan jangka pendek yang buruk, semuanya disimpan di gudang jangka panjang. Disusun dengan rapi, dan teliti sehingga kapan pun kita perlukan ingatan itu bisa kita tarik dari tempatnya dan diseksamai untuk panutan dimasa depan. Terkadang dalam ruang sepi sendiri, dimana gumaman motor dan mobil lebih mudah diacuhkan, dimana alunan ledeng dan serangga lebih menjadi raja, ingatan itu terjatuh dari rak ingatannya dan terbuka lagi. Kita mau tidak mau, setengah sadar menelaah kejadian itu lagi. Kita lihat dan teliti, kita berusaha pahami, kita berusaha mencari dimana letak kerutan lembah itu bisa duduk manis berdampinga dengan cakar dan taring yang tadi. Kita berusaha tahu. Kita tambahkan sedikit perekat agar keduanya bisa bersesuaian, kita kikir dan ukir agar sumpah serapah, dan caci maki tadi bisa menjadi penghias yang cocok untuk keriput dan lesung pipi yang sudah kita kenal. Ketika narasi yang biasa tidak bisa lagi menjelaskan, kita pun mencari penjelasan lain, mencari dongeng baru, mencari konsistensi, mencari pembenaran. Menggali-gali informasi, menghubungkan titik-titik dibayangan kepala kita sampai semuanya menjadi gambar penuh, sampai semuanya menjadi lebih logis. Tapi ingatan jangka pendek kita buruk semuanya masih tertayang jelas dalam benak kita, dari hentakan tangan yang tidak bisa dibilang lembut sampai turunnya alis mereka sampai saling terhubung satu sama lain. Semuanya masih terpampang jelas. Esok adalah hari baru, kita berpapasan lagi dengan wajah-wajah yang sama, dengan aroma yang sama, dengan celoteh dan ceramah yang sama. Tapi ingatan jangka pendek kita buruk, kita bisa menerima nama dan cerita mereka, tapi sekarang kerutan itu bertambah, sudah lewat masa remajanya langsung bergerak menjadi keriput dewasa. Lantas kita menerima mereka sebagai orang asing atau sebagai orang lama dengan keriput asing? Kita hanya bisa mengamati berharap mereka tahu bahwa kita adalah kita. Sedikit demi sedikit kita sadar bahwa mereka yang namanya tidak bisa terlupakan, mereka yang wajahnya tidak bisa hilang dalam hitungan waktu yang singkat mereka berhasil menjadi asing, mereka orang asing, kita tidak paham dan mengerti mereka. Kita menghabiskan waktu kita hari demi hari diantara orang asing, percakapan diantara kita ternyata tidak lebih dari perdagangan antar kita dengan mereka, jual beli kepentingan, tukar-menukar ketergantungan antar sesama. Hemburan tawa kita hanyalah moda penghilang ketidak percayaan, deretan senyuman hanyalah rentetan strategi pemenangan amanat. Kita hidup diantara orang asing, yang terhubung karena kebetulan mempunyai pemberi uang bulanan yang sama, yang tidak akan bergeming ketika mereka harus mengenalkan kita dengan kepalan-kepalan mereka. Yang jejak-jejak kita dalam diri mereka hanyalah ingatan jangka pendek yang akan luruh oleh hujanan ingatan-ingatan pendek yang sudah berbaris rapi didalam pikiran mereka. Kita hanya hidup sendiri, berpunggungkan daging, kulit dan tulang, berdadakan rusuk, jantung dan paru, yang pada akhirnya hanya menjadi catatan tumit dalam ingatan orang-orang asing yang janggal diantara kita.

Sunday, August 2, 2015

hari ini dan hari esok

hari ini adalah hari ini berawal dari pagi hari dan berakhir dengan malam hari esok akan selalu menjadi hari esok tidak pernah berawal, dan tidak mungkin berakhir mungkin hanya akan ada kekosongan dan kehampaan yang menemani, gurau dan canda berlalu dan berhenti, resah dan kesedihan menjadi lelah dan berujung. hari ini temaram dan surcam, didalam kamar ditemani berbatang-batang rokok, dan lanunan ceria dari AC. Menunggu untuk ada yang menghubungi dan bercerita petualangan apa yang mereka lakukan hari ini. Alih-alih telepon genggam itu tidak bergetar dan bersuara, hanya ada petualangan yang terjadi di benak-ku. Hari ini pun hendak berakhir, seperti hari-hari berikutnya. Detak-detik arloji berjalan dengan ajeg, tidak berubah dan setia dengan alurnya. Bulan dan bintang naik, cahayanya teracuni oleh kilap dan kilau lampu-lampu rumah, mobil dan jalan. Detak dan detik waktu tidak berhenti, satu detik berlalu dan bulan bergerak sesuai dengan lintasannya. Hari ini pun sudah semakin uzur dan renta. Darah dalam nadi dan vena masih tetap mengalir dalam lajurnya, sedikit-sesekali teganggu oleh gigitan nyamuk disana sini. semakin gelapnya hari ini, yang tak tampak gelapnya karena racun-racun yang disebutkan tadi. Satu hari ini, meski aku tak beraksi, tapi pasti dipenuhi oleh pekerjaan dan perjalanan jutaan orang yang dalam naungannya. Satu hari ini jauh terisi oleh pergerakan dan perubahan makhluk hidup dan makhluk mati. Keenggananku untuk bergerak hanya seper sekian permil dari keseluruhan kegiatan yang hidup dalam satu hari ini. Hari ini sudah semakin tua, ditandai dengan hilangnya para petualang dan pencari aksi, bersembunya dalam kediaman masing-masing. Mereka yang hidup dengan gairah didalam masa muda dan masa emas hari ini, meninggalkan hari ini dengan terlelap, tak terbebani hutang maupun dendam pada hari yang menaunginya. Ketika jarum panjang dan jarum pendek hampir berhimpit di puncak waktu, yang hadir justru keburukan dan kejahatan. Perampok dan begal ini mencari suaka didalam keuzuran hari ini, dimana mata lelah dan badan lemah menjadi incaran mereka. Masa tua hari ini ditemani oleh manusia-manusia hina perusak kehidupan orang. Hari esok masih mengulik dalam buaian rahim ibunya. belum hadir, dan enggan muncul. Ibunya berharap dan berdoa, hari esok akan menaungi dan memberi eneri positif pada semua yang dinaunginya. Hari esok pun sudah siap tampil, siap menggantikan era lama hari ini. Batu nisan untuk hari ini sudah siap, tertulis disitu "hari kemarin" Belum selesai penguburan hari ini, hari esok sudah gagah mengangakangi semua yang dahulu dinaungi hari kemarin. "Semangat baru" pikirnya "energy positive kan kusalurkan" ujarnya tak lama setelah ia tampil dan perkasanya, ia pun sadar bahwa ia telah menjadi hari ini. Yang menjelang masa akhirnya hanya akan ditemani oleh penjahat dan garong malam.

Friday, March 6, 2015

-tanpa draf-

Ini blog saya, blog yang sering kali ingin saya update. Tapi Entah kenapa tidak pernah saya lakukan. terlalu ribet mungkin. Selama ini saya menulis di buku tulis, di ipad, di laptop atau dimana pun yang memungkinkan saya menulis. Entry terakhir blog ini adalah 2010 Februari, beberapa bulan setelah saya kembali dari dinas di luar kota. Mungkin kejenuhan yang membuat saya akhirnya menghabiskan waktu menulis, mungkin juga karena saya tidak ada teman berbicara. Setelah 2010 saya menemukan twitter, dimana saya menulis kebingungan karena kejenuhan saya disitu, atau di facebook dimana saya bisa mendapatkan perhatian yang lebih. Sekarang saya disini, 5 tahun setelah entry terakhir saya. Apa yang berubah? Yang jelas saya mendapatkan seoarang istri, dan dari istri itu saya menjadi seorang ayah. Aghasetya Rendra Hamdhani namanya. Laptop Dell Latitude saya sudah tidak terpakai dan saya ganti dengan Dell XPS. Saya masih labil tapi paling tidak saya sudah tidak seexpresif dulu. Mungkin sedikit lebih dewasa. Saya ikutan tes mensa dan lulus. Ada cerita yang lucu dibalik kenapa saya akhirnya ikutan tes mensa, pada waktu itu saya sedang mengerjakan projek dengan salah klien LN. Klien ini membuat saya merasa seperti orang bodoh dan tolol, kepercayaan diri saya pada titik low point. apa yang terjadi berikutnya? saya mengambil tes mensa, dan lulus. alasan yang konyol memang, setelah itu saya berusaha membuat semua orang tahu saya seorang mensan, perbuatan yang bodoh dan memalukan. Apa lagi yang terjadi dengan hidup saya? banyak juga, saya masih tidak suka orang. Saya mangkin merasa bahwa semua manusia itu hewan, saya makin percaya survival of the fittestnya Darwin, semua tindakan manusia adalah untuk memastikan keberlangsungan hidupnya, keturunannya atau spesiesnya. Ya seperti itu. saya semakin tidak religius, semakin jauh dari agama. Pengalaman yang janggal, saya tidak merasa klebih baik ketika jauh dari agama, tapi juga tidak merasa lebih buruk. saya tidak seperti orang-orang yang suka menunjuk dan berkata "Kamu pendosa!" atau "Kamu sok suci!", saya tidak perduli. Dulu saya paling tidak suka dikatakan sebagai orang cuek, sekarang saya bisa menerima bahwa saya orangnya cuek. Diantara 2010 sampai dengan 2015, ada satu titik diantaranya dimana saya merasa bahwa smeua orang itu egois dan angkuh, lembam terhapad kebaikan dan dinamis terhadap kuntungan diri sendiri, lalu saya berkaca (karena pada saat itu saya berdasarkan tuntunan agama saya, manusia harus sering intropeksi diri) dan melihat "Kampret ternyata aku juga angkuh dan egois". Dari yang paling tunduk, sampai yang paling cuek. Dari yang paling cerdas sampai yang paling bodoh. dari yang "tercerahkan" sampai yang masih "hidup dalam kegelapan" semuanya egois dan angkuh... Lalu apa lagi? oh ya saya juga sering dibilang sinis, dulu saya membela diri dengan mengatakan bahwa saya itu realistis, tapi ternyata benar saya itu orangnya sinis dan kasar. Ya sudah memang saya seperti itu. Banyak yang berubah dalam 5 tahun, saya naik 30 kg, saya kena tipes, saya 2 kali operasi untuk mengangkat tumor jinak (dihidung polip, dan dipunggung lipoma). Saya dulu suka menyindir, karena saya terlalu pengecut untuk menghina didepan orangnya langsung, sekarang saya tidak pernah menyindir, seperti saya telah menjadi pengecut yang lebih kecut. Saya sudah bilang kan kalau saya sudah menikah? sudah kan? Apa lagi yang terjadi? saya benci orang? Sudah juga ya? Saya ingin membagi pandangan saya tentang manusia, tapi nanti saja kalau saya sudah tidak malas.. Maret 2015, Anggik

Saturday, February 20, 2010

iseng ajah

God is not fair
God is never fair
God is selfish
God is childish
He chooses who He likes
He disposes who He dislikes
God is in full power
God is in control
God is never wrong
God knows best
God would never leave you
He will only ignore you
God will not forsake you
He will just condemn you
God will not hate you
He will just not hear you
God is never far away
He only sits in His throne billion light years away
God will never be angry at you
He will just send quakes and storms near you
God is fair
You just have to see everything in His eyes
God is Almighty
Disobey and you shall be smite
God will give you anything
If you’re willing to throw away everything

Marah

when you think then stop thinking,
when you feel then stop feeling,


It is not that I have any ill intent or the sort, I am just being me. It is not that I am being cruel, I am being perceptive. You feel that you need others acknowledgement to be satisfied with who you are, you think that you need other respects and adoration to be special, this is not true. Insults that you received they have no meaning, criticism thrown to your face left no injuries, it is not them, it’s you.


You’ll receive what you gave, you’ll catch what you’ve thrown, and it is just a circle that you’re not willing to see. If you know what you want, and you know what you need, then forget what you want, and neglect what you need. I have no reason, but neither do you, I have no destination, and you are lost. This is not the one you’ll want to harvest after a season long planning and planting.


I see you crying in fear, but you forget that crying requires tears; I see you doubt yourself, but admitting would mean losing to you. You are not what you think you are, you are less than that; still you’re not ready to accept the facts. You stayed in silence, running from what you want to be and be they want you to be.


You’re simple, ignorant, and arrogant. You smile with your heart, but still you are arrogant, I can sense your arrogance but you still deny this reality. I hate that you change your mind every time any one new say some little well known facts about life, you are not smart, you are shallow. You believe in empty promises, you say empty words, things that are as empty as your head.

You act wise but you don’t know any wisdom, you recite from books that mean nothing, you utter words that are hollow wrapped in beautiful cloth. You swallow everything whole, ignoring the fact that your brain is the ultimate guide, you see want you want to see; you see what they want you to see, you can never see anything as it is.


I hate you for this, you change without knowing anything, and you declined a hand for help, and received another. A misguided hand, a person who as narrow as you, and yet I do not know the reason. I see everything as it is, but why?


As if nothing matters, people see what they want to see, I’m different because I see things as it is?
I’m not wrong for saying the naked truth
Or do you prefer pretty lies?

Punished

God is punishing me
For what I was
For what I could’ve been


God hates me
For what I’ve lost
For what I should’ve won


God chooses me
For what I never wanted to be

God disposes me
And not to be what I conceived to be

God shoves me
To the side when I walk in the middle
To the back when I push myself forward


God guides me
Pull me hand and push my back
When I see clearly everything up ahead


God leaves me
Bring down the night and turn off the lights
When I was blinded and my limbs are bounded


God is awkward
God is weird
Kicks you down when you were up
Drags you on when you were off


God does the opposite
Of what you have ever gave credit

Saturday, February 6, 2010

And so I lit my cigarette


Staring on the blanks on my walls, wondering what would they be like if they were painted in another color, it was white by the way, just pale normal white. I sipped a deep breath, injecting toxic inside my body and the exhaling the same toxic back to the world. The world as it is had already have enough toxic, but I was merely excersizing my right to poison this world.


As the paper and tobacco turned to ash, I flicked my cigarette, removing the burnt part. When the ash was removed I noticed the amber of the cigarette, I was wondering where it went, it didn’t go anywhere, it was just hidden from my sight by the trail of residues it left behind.



The amber turned to bright glowing red fire as I inhaled the cigarette, and returned to its common orange color when I stopped. Ironic, oxygen, a substance I need to stay alive is now keeping the cigarette, which is slowly killing me, from dying.




My chest hurts for every smoke I breath, but my mind was at ease, another irony, I have to corrupt my body in order to keep my mental health, I had probably finished half a pack since this morning, but I wasn’t bothered by the fact. Addiction is not a sign of lack in self control; it is just an expression of self helplessness, how we are not able to manage some urges, regardless how much effort we’ve put trying to put it in submission.




I picked up another cigarette this time just placing it in my lips, not wanting to light it. I played with it for a few seconds, moving it left and right with a single movement of my tongue. Then I got bored, picked my lighter on put it on fire. And so the process repeats.


bye2

Friday, February 5, 2010

I'm the king

I’m the ruler and the king. I chose who lives and who dies. Weighing all the options with balanced proportions, one with my right hand, and the other with my left hand.


I fear of chaos, a society disregarding its rules and having no same objective, viewing this with his own eyes, and seeing that with another’s, a society having no goal, and no fear.


Anarchism I can never tolerate, different is never good. Thus I decree, no man or woman shall be different. I weigh this with a balanced scale, it’s never fair but this is what my people need, blunting the edge of the ego’s knife, eliminating any need to revolt and rebel.


I am the tyrant, with an iron fist I plough the soil, and with my sweat I fertilize the land. There shall be no common man who sees his fate better than his neighbor, they shall tell tall tales about the past, and its society succumbing to pits of diversity.


There shall be no more. Fear I hold in my right hand, hate grasp with my left hand, if you are the same between you and your friends, than you can never see envy’s growth.


I am the savior, with care I shorten the tall, and with love I heighten the short. There shall be no special man who leads the follower; they shall hear no stories of such magnificent man.


There shall be more. Grain of rice and beads of coffee, I breath the fluid, and exhales the foul. Such strong fragrant of the morning coffee, such weak scent of the cooked rice.


I am the common man; I shall guide my people since I am in command. I choose the cloth they wore, I select the water they drink. They shall not fear me, they will not love me. They will obey me because they want me.


At 5 am they tie their shoes, at 6 they will jog, at 7 they will rest and at 8 they will work


Such detail plan, for each and every man, such cunningness of a severe genius, and thus I shall be generous


I am the savant! I do well with art; I do horribly in no such.

Every baby shall be accounted for, Even if had to be done door to door. Every life expectancy, every books they fancy, They will not escape me.

Thus no cripple will grow, no idiot shall live

No mistake to be feared

I’m your emperor, I am your ruler. without a crown on my coronation, cause I haven’t found the need for such commotion

Bye bye

My bags

I have nothing in my bag
I have notes and pens
I have nothing in my bag
I have erasers and pencils
I have nothing in my bag
I have sharpeners and scissors
With rulers and inks
I have nothing in my bag
Name tags and cards
Broken glass left nothing but shards
I have nothing in my bag
Bills and papers
One for each chamber
I left nothing in my bag


-Tas ku ketinggalan di kantor hics hics hics…-

buzz

I’m a coward

Hiding beneath layers of protection

I’m a coward

Walking through the night with a light in my hand

I’m a coward

I see with my eyes closed and cover them with my hand

I’m a coward

Seeing the truth and seeking a conviction

I’m a coward

Mud on my face

I’m a coward

Tomatoes and sauce

I’m a coward

Warming myself with ice

I’m coward

I’m a coward



I hate

I angry

I furious

I’m not

I am

Just gold and glitter

Turn left there is no right


I love

I like

I try

I fail

I not succeed

Just water and porridge

Block the road under the ditch


Avenge the revenge

Return the favor

Lighten your skin with bleach

On hot summer on the beach



Black light under the autumn sun

Seed and spawn of the naked gun

Bees and birds

Fleas on the bride



Boom is the sound

While waiting for the groom



Just like father and son

There’s no more family warming the sun


The noon under the full moon

Some times it came a bit too soon

Sing sing sing under the rainbow

It’s the drug for all the eyes to see



Books and pens

Sin and men

Women and dress

Cars running on fire

Is it just another mess?

Take this cloth of linen mesh

Step out and take the trash



I see blue under the orange sun

I see gray over the white pale night sun


Ant bites and runs

Aunt runs and cries

See their uncle dies

And eaten by maggots and flies


I am not sick

I am well over six

Bricks and chicks

Whips the cows for the milks

Black spots of inks

And then don’t forget the kitchen sink



Drink the food

Chew the fluid

Air is a fluid

How can I believe what I can not see?
Air is solid

How can I not believe what I can feel?

Air is blowing

Can I hear the voiceless?
Air is stagnant

Can I spoke the unspoken?



Thy shall not regret

Thy shall obey

Thus I regret to obey

Thus I didn’t regret to not obey

Thus I regret to not obey

Thus I didn’t regret to obey



I hate

I hard

I soft

A soup of millennial age

A soup of life

A soup scattered around the flat earth



The earth I say is never round

The sun I say does not evolve



I revolt!

I rebel!



I do not care what I see

I censor

I censor what you see

You see whatever I want to see



I obey

I understand

I bow



Under the sleeping stars

Stars and oceanic chaos

Thus life is reborn



Given birth by father earth

And mother time

Father nurtures

And mother teach



Blossoms under the spring weather

I see the real bloom

It was never like that

I say

You say

Arguing on the month of May


I hate

I love

Ironic

Contradictive

And iron of vindictive




V is not for Vendetta

V is for Vindication

V stand for Vandalism

The eyes of the Vandals

Covers on their sandals

Just blue is never gray

Just is never gray

Just is never white

Just is always blue

And never black



Just is what you see

What you do

What you don’t want to believe but it’s always true



Bloo Blooo Blooo

two Os are pronounce “U”



Bye2

Thursday, January 7, 2010

Pernyataan dan Respon

P : Orang bilang mawar itu indah, aku bilang menusuk

R : kamu orang pesimis


P : Orang bilang api itu menghangatkan, kubilang membakar

R : Kamu orang negative


P : Orang bilang sunset itu indah, menurutku awal dari kegelapan

R : Kamu seorang visioner


P : Orang bilang rokok itu penyakit, tapi itu membuatku tenang

R: Kamu orang pragmatis


P : Orang bilang bumi itu bulat, tapi terasa datar

R : Kamu orang yang realistis


P : Orang bilang lemah itu bahaya, menurutku itu normal

R : Kamu seorang conformis


P : Orang bilang laut itu biru, kubilang itu hijau

R : La??? Kamu orang madura??? Ato mang buta warna?

R(P) : kadang ganggang membuat nya terlihat hijau




Berpikir out of the box kadang membuat kita terlihat aneh

Monday, January 4, 2010

puisi tentang rokok (dari site yang lama)

she came to my life….

she was a double edged knife…

with every sip of air I inhaled….

she took a bit of my life with her….

And I took part of her as well….

So I breathed till she no longer exist…

Another came along….

different package but still the same….

With every air I sucked in she took a bit of my soul away….

And in return I burn a part of her as well…

Till I got fed up and threw her away…

They are all the same…

Took a piece of me….

Poisoned me with sweet sensation….

They all have the same name…

And no know is to blame…

their names are nico….tine…..

Call me Crazy (Dari site lama)

Call me crazy! tapi mending kol mi anggik aja deh, ato mas anggik, ato oom anggik,,,

btw mungkin aku agak sedeng tapi aku baru aja baca sesuatu yang aneh tapi agak ada benernya,,,,,,

dia bilang "hidup itu seperti bersepeda…." what? maksudnya? "kalo pengen stabil kamu harus mengayuh sepedamu dengan kencang…" Oh now that makes sense,,,,,

Bener juga kan? kalo kamu pengen hidup-mu stabil (bukan lancar) kamu harus menjalankan hidup-mu at a certain pace, just like cycling! too slow and you’d certainly fall, too fast and you’d lose control,,,,exactly like cycling! tuh kan ngga krezi2 ameth!

bosen denger ma orang2 yang sering nulis hidup itu seperti air, angin bla3? ya udah bilang aja hidup itu seperti naik sepeda,,,,

There’s only 2 (yes 2) things I know that would stop a cyclist, either s/he’d fall or s/he put his/her foot on the ground, just like life, either you die trying or die achieving,,, but in the process of reaching that permanent stop s/he still had to cycle…..and that’s an achievement by itself. True?

How ’bout the brakes?(and the gears?) sure just like cycling, life sometimes (if not most of the time) needs (or requires) a change of pace, slower for rockier roads, faster on smoother roads,,,,And of course gears are there to help you through those paths,,,,lower gears for uphills, and higher for downhills,,,,ngerti ngga?? ah tolol juga lu ya?

kamsudnya rem itu gunanya buat ngatur kecepatan sama ma gigi, masa jalan jelek mo lo trabas aja, mbrabas kapok koen! ngerti kan?masa kalian pas lagi susah mo langsung cabut ngga pake mikir? rem dikit ganti gigi, kalian mo nanjak pake gigi 5? ampe anakmu punya cicit juga ngga bakalan kelar de!

Hit the brakes when you feel it’s just too damn difficult, there’s nothing wrong with it? Different bycylce have different shock absorber maybe yours are just a bit harder then the one next to you,,,,,there’s nothing wrong with being weak, getting weaker is wrong, but being weak (while getting stronger on the way…) it’s not wrong at all……

aku mang pinter nan jenius yah! bersedia menerima sumbangan,,,diharapkan sumbangan tidak dalam bentuk barang ato karangan bunga,,,,,BU CPT BS NEGO!

-writeaholic-



anggik yang sekerang : ngekek aku baca ini, tapi ada benernya juga, sial

Bagaimana caranya?

Bagaimana caranya membuat pembunuhan yang sempurna?

Bagaimanakah?
Hmmm setelah aku membaca conan dan kindaichi, aku tau klo didunia komik ngga ada yang namanya kejahatan yang sempurna, dan jagoan selalu menang

klo baca di komik

gimana klo bukan di komik?

di CSI juga sama, ngga ada yang namanya kejahatan yang sempurna di dunia....tv

trus klo didunia nyata?

nahhhh!!!
ini diaaa...

klo didunia nyata sayangnya sering kali kasus pembunuhan tidak terungkap
karena kurang bukti, ato kerana identitas korban yang ngga diketahui


uda ada clue-nya tuh!

Brarti ngga impossible untuk membuat kondisi pembunuhan yang sempurna
all you have to do is make the victim unrecognizable gampang kan :)?
....
...
.....


Persiapan

siapkan bantal, sarung tangan, minyak tanah, mobil, korek api :)

Eksekusi

Culik korban, jangan sampe terlihat ma orang lain
bisa dengan pura2 ada urusan mendadak "eh aku ada masalah berat ni, tolong aku donk, jangan kasi tau siapa2 ya!" pake sms, ato klo ngga kenal malem diculik ala mafia, tapi harus siapin preman2 buat ngangkutnya :p




Lokasi eksekusi, di gunung:)
Kenapa gunung? satu2nya tempat dibawa bakar2 ngga akan terlihat mencurigakan, dan nanti akan ada alasan lagi



Pelaksanaan eksekusi
di mobil! tuangkan minyak tanah ke dalem mulutnya paksa dia minum! hihihihihihi, klo dia pingsan pake chloroform -bisa dibeli di toko obat atau bahan kimia- klo bisa di tempat yang ngga membutuhkan nama membeli nya :D, atau paksa dia minum Alkohol, alkohol cepat diserap juga oleh darah hihihihihi memudahkan pembakaran :">

bekap korban dengan bantal jangan lupa pake sarung tangan dl :">
eh iya diiket juga klo dia masih sadar :D



Post execution

sekarang keluarkan, mayat korban, ato klo pengen lebih seru setengah mati, ato masi idup (ngga rekomen dia psti ngelawan malah tambah sulit)
taro dia disekitar batu biar api tidak menjalar berbahaya!
siram dia dengan minyak tanah lagi, nyalakan korek lalu bakar!!!!
abis itu joget2 dikeliling dia kayak indian jaman dl ekekekekekek

*klo dia setengah mati minyak tanah atau alkohol dalam darah akan ikut terbakar, jadi bisa ngeliat dia kebakar dari luar dan dalam*

*klo dia uda mati minyak ngga akan bergerak jadi apinya menjalar kedalam aja gitu*

asik juga tu ngeliat bola mata bisa pecah karena cairannya didalamnya mendidih, klo dia setengah sadar lebih asik lagi, ngeliat di teriak2 gitu kesakitan :">

minyak tanah atau alkohol dalam tubuh memastikan adanya pembarakan yang lebih baik, karena tubuh manusia sebagian besar dari air maka pembakaran yang sempurana sangat sukar...



Setelah pembakaran
klo pembakarn sempurna mestinya ngga ada sisa daging ditubuh korban tinggal tulang belulang,
setelah itu ambil batu yang besar dan hancurkan tengkorak kepalanya :D
pastikan dompet dan pakaian yang dipakai tidak bisa dikenali lagi
buat korban tidak dapat dikenali andaikata tulangnya ditemukan


Membuang mayat
Gali lobang kira2 2 meteran lalu masukan apa yang tersisa dari korban ke lobang itu
kubur lah baik2
karena digunung jangan lupa masukkan sampah atau yang lainnya diatas untuk menutup bau (klo masih ada sisa daging yang nempel) dan memberi kesan klo itu dari pembusukan sampah



Pulang
Jangan panik jangan menunjukkan perubahan sikap
klo emang ada yang tau kamu terakhir keluar ma dia, boong persiapkan bohongmu itu baik2
simple2 aja, jangan terlalu detail, klo ngga ditanya jangan dijawab detail2, orang boong selalu bicara detail biar kliatan asli

Jangan panik, klo ngga ada mayat ngga akan ada kasus pembunuhan :)
PD klo kamu uda sembunyiin mayatnya baik2 :)



Finishing
klo bisa sebulan setelah itu pergi ke lokasi kuburan korban, gali lagi cek apa ada yang ngutak-ngatik
klo berani ambil tulang itu trus pindah ke gunung kapur

Terakhir
Jangan lupa doa supaya eksekusinya berhasil...

....
..
..

Siapin pisau ato minyak tanah dan korek api

tunggu tempat dimana kira2 dia akan lewat

begitu kliatan batang hidung orang yang kau benci itu

*pisau*

tusuk matanya, orang pasti disorientasi klo kehilangan penglihatan
trus tusuk ginjalnya, untuk memastikan klopun dia ngga mati karena tusukan racun yang keluar dari ginjal bisa membunuh dia sendiri
bisa juga paru2, tapi agak susah soalnya ada rib-cage, sangkar tulang iga, klo bisa, kamu bakal ngeliat dia mati pelan2 semakin dia bernapas semakin banyak darah yang masuk ke paru2nya tenggelam dikit demi sedikit, matinya bakal amat tersiksa dan lama
ato klo mau langsung tusuk jantungnya, sama kek paru2 dia juga terhalang oleh rib cage, dan ini matinya cepet, jadi ngga ada kepuasan ngeliat dia tersiksa

*minyak tanah*
tuangkan (kek masak, ganti de) lempar minyak tanah kemukanya, lagi maka mata akan panas, orang akan diorientasi klo terganggu penglihatannya
setelah itu siram keseluruh tubuhnya
nyalakn korek api
bakar dia
kamu bakaln ngeliat orang2 joget lari2 tanpa bisa berbuat apa2
klo orangnya gendut api itu akan cukup panas untuk membakar lemaknya sendiri ;))


setalah korban tewas, lalu tunggu polisi datang
serahkan diri, dan mengakui perbuatan
saat sidang lakukan yang sama

kenapa?
"A perfect murder is not when you can get away with it, but it's when you are willing to rot in prison for it"
kepuasan ngeliat dia tersiksa jauh mengalahkan penjara manapun, now that's a perfect murder







jadi siapa yang mau coba?? ekekekekekekek

Thursday, December 31, 2009

Kam Kam Kamera!!!!

Tanggal 31 Desember 2009


Hari yang sangat berarti buatku, demobilisasi dari Brunei Methanol Project dan hari pertamaku bersama D90-ku ^^


Wew

I love her the first time I saw her

Wew

Her curves…

Her physical features…

Her buttons…

Her everything…

Wew

Gila ni kamera cakep banget!


The thing about cameras


Mungkin konyol menurut orang aku beli kamera baru lagi, tapi kalo kata Tina aku berhak menghadiahi diriku sendiri


And what a great gift I gave myself!!


Kamera dan foto

Maksudku hasil jepretannya

Selalu Captivating and Amazing

Biar kata orang biasa dan normal

Tapi menurutku selalu luar biasa


Let’s talk about time


Hmmm waktu

Dan hubungannya dengan kamera

Waktu ngga bisa berhenti

Jalan terus unstoppable


Tapi kamera ngasih kesempatan buat kita untuk merekam waktu

Waktu yang ngga bisa berhenti


Golden time menurut orang adalah sekitar sun rise and sun set

Tapi menurutku golden time adalah kapan aja :p

(terinspirasi dari sering kelewatan golden time he3…)


The thing about cameras is that some moments are worth to capture regardless the lighting, timing, pose, model and other meaningless things


Me and my moments


Cameras give me the chance to capture moments which are truly meaningful for me


Instead of just beautiful picture without any soul


Maksudku, kapan lagi aku bisa inget nyorakkin orang jepun klo ngga dari gambar?


I rather have 1 bad picture, with unbalanced exposure and blurry image but means a lot than 1 thousand gorgeous pictures without any soul


The thing about pictures is you can relive the moments –good or bad- in the past


To experience again the feeling what you might have forgotten




Well,


Enough soul searching for today



Saatnya cigarette searching, uda abis ni

*clingak clinguk cari dompet*

Thursday, December 24, 2009

The one who keeps losing

A:

The one who keeps losing is not a loser, he's a survivor and a fighter!
Keeps losing means he kept trying even though his last effort was a failure

but his spirit was not broken, and keeps trying!
the reason he keeps losing is because he kept on trying!!!

"the one who stops trying and starts crying is the loser"

B:

The one who keeps on losing is a loser, and an idiot
Keeps on losing means he didn't learn anything from his previous mistakes and failures

but he's too stubborn and kept on trying the same way!
the reason he keeps losing is because he repeated the same method!!

"the one who uses the same method and expects different result is the loser"

C:

The one who keeps losing is the one who'll make way for others
Keeps on losing despite he's effort to change his ways and keeps striving when the next opportunity comes means he's haunted by bad luck

but he's a pioneer
the reason he moved on is because he believes that luck has nothing to do with result

"The one who kept on trying will make his own luck"

D:

The one who keeps losing is a parent
Keeps on losing but never lost hope

because he's a parent
the reason he never give up is because he knows they haven't understand everything yet

"The reason human survive for millenniums is because of parents, bad or good"

Monday, December 21, 2009

"Dia" part II

Hari yang buruk
Hari yang menyebalkan

entah kenapa aku juga tau....
...
...
Aku tau si sebenernya cuman aku malas aja mengakuinya

(kenapa?)

ha?...ow it's you...


Aku : malas la ngakuinnya masa cuman gara2 "itu" aku harus Bad mood?
Dia : Kenapa?
Aku : Ya, karena aku ngerasa itu ga penting
Dia : Kenapa?
Aku : ya banyak hal yang aku harus pikirin kayak gini aja kenapa harus dipikirin
Dia : Kenapa?
Aku : Apa si tanya kenapa2? Apa urusanmu?
Dia : Kalo kamu ngga bisa jujur ma dirimu sendiri, jangan harap kamu bisa jujur ma orang lain..
Aku :...
Dia : Got over your pride? and ready to admit?
Aku : It doesn't help you know, admitting...
Aku : Yes it does, dragging us back to reality is one of our job
Aku :...

.....................................................................................................................................................
Aku mulai sadar dia mang bagian dari aku dan ngga bisa lepas
and it looks like he's going to stay with(in) me for a long time...

Sunday, December 13, 2009

Jangan Panggil Aku Tri....

Dilema orang yang namanya panggilannya beda dengan nama aslinya...
Namaku berdasarkan Akte Kelahiran : Trihanggara Yanuardi Hamdhani; Hangge

panggilanku Anggik, artinya adek dalam bahasa batak

.......
-Orang lari2-

"Tri, Tri...."

aku diem aja...
tidak menoleh tidak menyahut...

"TRI TRI......"

Aku acuh saja dengan teriakan orang itu
seakan2 aku tidak kenal dia...

"TRIHANGGARA!!!"


Aku terdiam sebentar...
kaget...
dalam hati aku berbicara
"Jamput, ada orang yang namanya sama ma aku!!"

-aku ngloyor pergi-
.........

Jangan Panggil Aku Tri!

Saturday, December 12, 2009

Photoshop

Photoshop...
media untuk mengedit-edit foto atau gambar atau yang lainnya

Setengah mati aku belajar makenya...
pusing..
learning by doing katanya
getting dumber by doing prasaan

"lo ini buat apa"...
....
"kq jadi gini???"

pencet sana pencet sini
klik itu klik ini

makin di klik makin puyeng
akhirnya menyerah pasrah

"Baca tutorilalnya," baca? berat keknya...

jadi inget kata2 Ivan Sinaga ke aku
"RTFM" apa tuh? "Rondo Tuek Fake Motor"?

Read The Fucking Manual

huff

Read...readd...readddd....

okelah saya menyerah saja...

ganti pake adobe light room...
toh aku cuman butuh buang2 noise, otak-otik exposure, brightness, dll

ngga butuh potong memotong
ato layer to layer

hayah...

untung saya males belajar dan rajin browsing eekekekekekek....